Jumat, 28 Oktober 2011

Cara Mempersiapkan Khotbah



            Dalam ilmu berkhotbah, ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan khotbah. Namun, tiga metode pengklasifikasian khotbah yang paling sederhana ialah khotbah topik, tekstual, dan ekspositori.
A.     Khotbah topik
Khotbah topik ialah metode membuat khotbah dengan tidak terpatok pada suatu teks tertentu. Namun, agar isi khotbah menjadi terarah, khotbah perlu diawali dengan satu pokok pembahasan yang jelas dan Alkitabiah.
Di Alkitab sendiri, terdapat begitu banyak topik-topik yang bahannya tidak akan pernah habis. Oleh sebab itu, seorang pengkhotbah harus cerdik memilih teks mana yang akan ia ambil untuk khotbahnya.
            Ada beberapa prinsip-prinsip dasar terkait dengan persiapan khotbah topik, antara lain:
a.       Bagian-bagian utama harus menurut susunan lengkap/kronologi. Prinsip ini diterapkan dengan cara merunut urutan-urutan sebuah peristiwa untuk dijadikan bahan khotbah.
b.      Bagian-bagian utama harus boleh merupakan analisa pokok itu. Sifat prinsip ini adalah memperinci pokok utama menjadi beberapa bagian. Hal ini akan saling melengkapi antara satu bagian dengan bagian lain.
c.       Bagian-bagian utama dapat mengemukakan berbagai bukti mengenai pokok tersebut. Dalam prinsip ini, setiap bagian dalam khotbah bersifat menguatkan pokok khotbah.
d.      Bagian-bagian utama boleh menguraikan pokok dengan jalan perbandingan/pertentangan. Dalam prinsip ini, pokok khotbah dapat dibandingkan/dipertentangkan dengan hal yang terdapat dalam Alkitab, yang isinya sesuai dengan pokok khotbah.
e.       Bagian-bagian utama dapat dinyatakan dengan kata/ungkapan Alkitab tertentu yang diulangi terus-menerus sepanjang kerangka tersebut. Dalam prinsip ini, kata-kata tertentu dapat diulang-ulang sebagai point-point yang akan dikuatkan dalam khotbah.
f.       Bagian-bagian utama dapat ditunjang oleh kata/ungkapan Alkitab yang identik. Dalam prinsip ini, kata/ungkapan dalam Alkitab dipakai untuk memperkuat setiap pernyataan bagian. Bila diperhatikan dengan teliti, maka akan ditemukan banyak kata dalam Alkitab yang sering diulang. Ini menunjukkan bahwa kita perlu memberikan perhatian khusus terhadap kata itu.
g.      Bagian-bagian utama terdiri dari penyelidikan kata. Dalam bagian ini, satu kata saja dapat menjadi bahan khotbah, yaitu dengan cara menggali bahasa asli dari kata tersebut. Satu kata dalam bahasa Indonesia saja dapat memiliki 6 arti yang berbeda dalam bahasa Yunani.
h.      Bagian utama harus ditopang dengan ayat-ayat yang mendukung. Pengutipan ayat-ayat untuk menopang pernyataan dalam suatu khotbah harus sesuai dengan tujuan awal mengapa penulis menulis ayat tersebut.

Penyampaian doktrin-doktrin dalam Alkitab pun dapat diuraikan lewat khotbah. Pemilihan satu doktrin dalam setiap khotbah ditunjang dengan referensi-referensi ayat-ayat lain yang berhubungan dengan satu/dua doktrin yang sedang dibahas. Dalam menyampaikan khotbah topik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu waktu dan urutan dalam setiap bagian khotbah.
B. Khotbah Tekstual
            Khotbah tekstual adalah khotbah yang memperoleh bagian-bagian utamanya dari satu teks Alkitab. teks dan bagian-bagian inilah yang memberikan tema kepada khotbah tersebut. Namun, bukanlah suatu hal yang mutlak untuk mengambil ayat pendukung hanya dari teks tersebut. Namun hal yang perlu diingat ialah bahwa pengambilan ayat dari teks lain bersifat hanya sebagai pendukung semata. Pokok pikiran utama harus tetap berasal dari teks awal.
            Ada beberapa prinsip dasar terkait dengan khotbah tekstual, antara lain :
a.       Pokok pikiran utama harus terpusat pada satu teks. Sebagai pengkhotbah, hal yang harus dilakukan ialah meneliti teks dengan seksama dan menemukan bagian-bagian penting dari teks tersebut.
b.      Bagian-bagian utama dapat terdiri atas kebenaran-kebenaran/prinsip-prinsip. Dalam membuat kerangka khotbah tekstual, prinsip-prinsip yang terdapat dalam teks dapat dijadikan bagian-bagian utama dalam kerangka khotbah.
c.       Meskipun terdapat beberapa tema dalam suatu teks, kita harus tetap mengambil hanya satu tema untuk diuraikan. Mungkin dalam satu teks atau ayat, kita dapat ,elihat beberapa tema yang baik. Namun, agar isi khotbah lebih terfokus, pemilihan satu tema saja dirasa perlu untuk membatasi pembahasan.
d.      Bagian-bagian utama harus disusun secara kronologi. Dalam menyusun khotbah kontekstual, hal yang harus kita lakukan ialah bahwa dalam setiap kerangka khotbah harus terjadi peningkatan dalam perkembangan pikiran. Artinya, khotbah tidak wajib berurutan sesuai dengan teksnya, tapi bagian-bagian yang diuraikan harus berkembang.
e.       Kata-kata dalam teks boleh menjadi bagian-bagian utama kerangka, asalkan bagian-bagian ini berkumpul keliling dalam satu tema utama.
f.       Konteks dari teks harus diselidiki dengan saksama dan dihubungkan dengan teks. Dalam proses mempersiapkan khotbah, kita harus benar-benar menghubungkan antara konteks dengan teks. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan dari firman Tuhan.
g.      Beberapa teks berisi perbandingan/pertentangan yang digarap dengan baik sekali dengan menunjukkan persamaan-persamaan/perbedaan-perbedaan yang disengaja. Pertentangan/persamaan yang akan diangkat dari teks/ayat harus dicari dengan memperhatikan teks dengan sangat saksama. Pertentangan yang biasanya muncul dalam Alkitab ialah perbedaan yang sangat jauh antara orang benar dengan orangfasik. Sedangkan, persamaan yang biasa muncul adalah penyertaan Tuhan kepada manusia.
h.      Dua atau tiga ayat yang berbeda-beda dapat disatukan dan digarap seperti satu teks. Tidak semua ayat dapat disatukan untuk membentuk suatu khotbah, hanya ayat-ayat yang memiliki hubungan yang sangat erat yang bias. Kombinasi ayat-ayat tersebut disatukan untuk membentuk satu kerangka khotbah.

Kesimpulan
            Menyiapkan sebuah khotbah tekstual agaknya sangat ditakuti oleh pengkhotbah muda. Karena mempersiapkan khotbah tekstual merupakan hal yang cukup sulit. Karena harus sungguh-sungguh mempelajari apa yang disampaikan oleh teks. Tetapi dengan mempersiapkan khotbah tekstual, pengkhotbah akan lebih ditantang untuk lebih lagi menggali isi firman Tuhan dan jemaat yang mendengarkan akan lebih paham dan puas akan firman yang diberikan.

C. Khotbah Ekspositori
            Yang dimaksud dengan khotbah ekspositori adalah mengambil satu bagian pendek atau panjang dalam satu nats Alkitab dan menjadikannya sebagai tema, kemudian kerangka khotbah diuraikan tetapi tidak berpangkal pada  ide utama. Hal yang paling utama dalam khotbah ekkspositori adalah membuat makna teks menjadi jelas dan nyata dalam kehidupan modern.
            Khotbah ekspositori memiliki beberapa perbedaan dengan khotbah teksrual, yaitu :
Khotbah tekstual
Khotbah ekspositori
Nats yang dikupas boleh terdiri dari 2
Nats yang dikupas adalah satu perikop,
ayat bahkan kurang dari 2 ayat
atau bahkan satu pasal


Bagian tambahan boleh diambil dari teks
Mengambil ide dan bagian tambahan dari
lain, asalkan tetap berpangkal pada tema
teks awal

Bentuk-bentuk uraian yang dengan salah dianggap sebagai khotbah ekspositori :
a.       Uraian Alkitabiah. Bentuk ini menguraikan satu nats pendek/panjang ayat demi ayat.  Namun bentuk ini tidak memiliki bentuk Homiletik, sehingga tidak memiliki hubungan antara bagian-bagian teks.
b.      Uraian eksegetik. Bentuk ini menjelaskan makna teks tanpa susunan yang logis dan dapat diterapkan secara praktis.
Prinsip-prinsip dasar persiapan kerangka khotbah ekspositori
1.      Setiap bagian Alkitab yang akan diselidiki harus benar-benar dipelajari, sehingga makna teks yang sebenarnya dapat benar-benar dipahami. Pembelajaran suatu teks yang akan dikhotbahkan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan oleh seorang pengkhotbah bila ia ingin menyampaikan khotbah ekspositori, sebab seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa tugas utama khotbah ekspositori ialah menyampaikan makna teks yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar